BLOG

LIVAZA News - LIVAZA Hadir Sebagai Website E-Commerce Khusus Furnitur

LIVAZA Hadir Sebagai Website E-Commerce Khusus Furnitur

Bertumbuhnya ranah properti di tanah air menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri furnitur. Di satu sisi, permintaan terhadap furnitur berkualitas semakin banyak dan datang dari berbagai penjuru. Namun di sisi lain, para perajin furnitur tidak memiliki banyak koneksi untuk memasarkan produk secara lebih luas.

Melihat permasalahan ini, sebuah startup lokal bernama Livaza (Living Plaza) hadir sebagai website e-commerce khusus untuk furnitur. Livaza menyediakan beragam jenis furnitur seperti sofa, kursi, lemari, dan lainnya. Furnitur-furnitur tersebut berasal dari berbagai perajin di tanah air. Sehingga pihak Livaza tidak menyimpan persediaan produk sama sekali.

Selain bisa membeli produk-produk furnitur yang sudah tersedia di website, pengguna juga bisa melakukan pemesanan khusus (made to order) sesuai dengan desain yang diinginkan. Nantinya, Livaza akan mengkonsultasikan desain yang dikirim pengguna dengan tim desain Livaza. Setelah itu, Livaza akan meneruskannya ke perajin furnitur individu yang berada dalam jaringan startup ini. Eric Lemuel selaku co-founder menjelaskan kepada Tech in Asia bahwa biasanya proses pemesanan ini akan memakan waktu hingga delapan minggu. Lamanya waktu ini diperlukan untuk memastikan kualitas dari furnitur tersebut.

Meskipun produk furnitur biasanya berukuran besar dan berat. Pihak Livaza memberikan ongkos pengiriman secara cuma-cuma ke seluruh wilayah di tanah air.

Didirikan oleh 3 mantan konsultan

Startup ini digawangi oleh tiga orang, yaitu William Budiharsono selaku CEO, Eric Lemuel sebagai COO, dan Made Cynthia Rini sebagai CFO. Sebelum mendirikan Livaza, ketiganya sempat bekerja di perusahaan konsultasi, yaitu Boston Consulting Group dan Accenture.

Livaza resmi diluncurkan pada tanggal 26 Februari lalu. Saat ini Livaza mengklaim telah memiliki 300 produk dalam website. Terkait model bisnis, Livaza memperoleh penghasilan dari setiap pemesanan produk. Namun, pihak Livaza enggan menyebutkan berapa banyak persentase yang diambil dari setiap transaksi pemesanan.

Di Indonesia sendiri bisa dibilang belum banyak website yang khusus menjual furnitur. Tapi secara tidak langsung, Livaza harus bersaing ketat dengan raksasa furnitur asal Swedia, IKEA, yang resmi masuk Indonesia pada bulan Juli tahun lalu. Selain itu, toko-toko furnitur offline konvensional juga bisa menjadi pesaing tidak langsung Livaza.

id.techinasia.com

TAGS > , , ,